HISTORY

Berawal dari kenyataan bahwasanya Pondok Pesantren sebagai sarana sentral dan media dakwah serta salah satu bentuk kebudayaan asali Indonesia, yang telah dikenal delam kisah dan cerita rakyat maupun sastra Indonesia khususnya di pulau Jawa. Lembaga ini banyak sekali sumbangannya bagi kemajuan pendidikan dan ikut mencerdaskan kehidupan anak bangsa, dengan memadukan tiga unsure pendidikan yang amat penting, yaitu ibadah untuk menanamkan iman, tabligh untuk menyebarkan ilmu pengetahuan, dan amal untuk mewujudkan kegiatan kemasyarakatan dalam kehidupan sehari-hari.

Institusi yang terdiri dari unsure-unsur pokok yaitu: Kyai, Santri, asrama dan mesjid sebagai tempat ibadah dan pusat informasi semua kegiatan,” pesantren sebagai subkultur” ini ungkapan yang diberikan Abdurrahman Wahid pada sebuah buku.

Pesantren sekarang ini tampaknya perlu dibaca sebagai warisan sekaligus kekayaan kebudayaan-intelektual Nusantara. Lebih lanjut dari itu, dalam sejumlah aspek tertentu Pesantren juga harus dipandang sebagai benteng pertahanan dan pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan yang berdimensi religius , pesantren juga dipersiapkan oleh para pendirinya sebagai motor transformasi bagi komunitas masyarakat dan bangsanya,

Institusi yang terdiri dari unsure-unsur pokok yaitu: Kyai, Santri, asrama dan mesjid sebagai tempat ibadah dan pusat informasi semua kegiatan,” pesantren sebagai subkultur” ini ungkapan yang diberikan Abdurrahman Wahid pada sebuah buku.

Pesantren sekarang ini tampaknya perlu dibaca sebagai warisan sekaligus kekayaan kebudayaan-intelektual Nusantara. Lebih lanjut dari itu, dalam sejumlah aspek tertentu Pesantren juga harus dipandang sebagai benteng pertahanan dan pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan yang berdimensi religius , pesantren juga dipersiapkan oleh para pendirinya sebagai motor transformasi bagi komunitas masyarakat dan bangsanya,

1. Sejarah singkat berdirinya

Pondok pesantren ini diresmikan pada tanggal 4 Sya’ban 1414 H/ 16 Januari 1944 M, oleh para Alim Ulama, diantaranya adalah mantan presiden RI ke 4 Bapak KH. Abdurrahman Wahid, KH. Syamsuri Badawi dan KH. Zayadi Muhajir serta beberapa tokoh masyarakat disekitar Kecamatan Pulo Gadung Jakarta Timur.
Pondok Pesantren ini dibawah naungan Yayasan Al-Kenaniyah merupakan yayasan yang bergerak di bidang pendidikan dan dakwah islamiyah.

Bermula Yayasan ini mendirikan Madrasah Ibtidaiyah yang bernama Al-Khairat pada tahun 1977 M, dan pada tahun berikutnya tepatnya tanggal 27 Januari 1981 melakukan pengembangan dengan ditandai dibukanya tingkat menengah pertama atau Madrasah Tsanawiyah dan Taman Kanak-Kanak.

Setelah berjalan kurang lebih enam tahun lamanya, pada tanggal 26 Juli 1984, didirikanlah sebuah Yayasan Al-Kenaniyah sekaligus melakukan perubahan nama Yayasan, yang semula Madrasah itu bernama Al-Khairat menjadi Madrasah Al-Kenaniyah, karena berada dalam naungan Yayasan Al-Kenaniyah, sekaligus untuk mengenang jasa dan perjuangan kakek tercinta Al Marhum H.Kenan , perkembangan sejak berdirinya sampai sekarang mengalami banyak perkembangan dan kemajuan.

Pada awal mulanya santri Al-Kenaniyah hanyalah dari anak-anak para penduduk disekitarnya sekitar 6 santri. Namun pada tahun 1996 jumlah santri bertambah menjadi 8 orang santri. kemudian pada tahun berikunya menjadi 50 santri.

Pada tahun 2000 santrinya berjumlah 90 santri dan kini tahun 2007 jumlah santri telah mencapai kurang lebih 120 santri, Pesantren ini tidak memprioritaskan kwantitas
tetapi lebih menekankan pada kualitas santri yang dapat membaca persoalan umat dimasa yang akan datang.

Pondok pesantren putri ini secara financial sangat mandiri, hal ini terlihat dari segi bentuk sarana dan prasarana yang didanai sendiri oleh usaha pesantren, jadi untuk membangun sarana dan prasarana tidak ada masalah, Sedangkan untuk rencana pengembangan berikutnya akan dibangun pesantren putra yang letaknya disekitar daerah Jawa Barat.

Perkembangan pesantren ini menunjukkan laju pertumbuhan yang sangat cepat sekali, hal ini dapat dilihat dari animo masyarakat sekitar Ibu Kota untuk memasukkan putrinya dari berbagai lapisan masyarakat ke Pondok Pesantren.
Pesantren Al-Kenaniyah berupaya membantu masyarakat ekonomi lemah dan anak yatim untuk dapat menikmati dunia pendidikan khususnya pendidikan agama, disektor lain perkembangan pesantren juga tampak pada system penataan pendidikan, adminitrasi, manajemen, dll.

2. Misi, Tujuan dan Struktur Organisasi

Pondok Pesantren Al- Kenaniyah adalah lembaga yang bergerak dalam bidang pendidikan dan dakwah islamiyah dengan notabane “ahlussunnah wal jama’ah”, yang dalam pendidikan dan khasanah dunia pesantren dikenal dengan istilah “salaf” dengan system ajaran pengajaran yang modern sintesa antara pendidikan umum dan pendidikan agama.
– Tujuan Umum
Mencerdaskan kehidupan bangsa dalam mengembangkan pribadi muslimah dan menjadikan manusia Indonesia yang seutuhnya, yaitu yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi luhur, memiliki pengetahuan, rasa social serta tanggung jawab dalam masyarakat berbangsa bernegara guna mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
– Tujuan Khusus

1. Menghasilkan pribadi muslimah yang sholihah serta mampu bertanggung jawab dalam menghadapi segala perubahan zaman.
2. Mengghasilkan pribadi muslimah yang intelektual sesuai dengan tradisi pesantren yang dapat menguasai kutub as-salaf as-shalih.
3. Menghasilkan muslimah yang memiliki kecakapan berbahasa asing (Bahasa Arab dan Bahasa Inggris).

3. Letak Geografis dan Keadaan Umum

Pondok pesantren Al-Kenaniyah terletak dijalan perintis kemerdekaan Pulo Nagka Barat I/14, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur. Telp 4756606-4787752-98522627
Pulo Nangka adalah sebuah kampung kecil ditengah-tengah kota Jakarta yang heterogen penduduknya. Penduduk aslinya adalah suku Betawi yang berpenghasilan diatas rata-rata. Kampung Pulo Nangka banyak terpengaruh dan dipengaruhi oleh penduduk pendatang karena letaknya yang sangat strategis, berada di tengah-tengah kota Jakarta
Maka dengan adanya lembaga pendidikan Pesantren A-Kenaniyah sangatlah membantu dalam memfilter pengaruh-pengaruh yang datang dari luar. Masyarakat sekitarnya mendapat siraman rohani dengan diadakannya pengajian yang dilaksanakan pada tiap hari Rabu, Minggu dan Rabu pagi oleh Pesantren bekerjasama dengan Dewan Kesejahteraan Masjid An Nur di lingkungan Pesantren.

Sedangkan fungsi Pesantren sebagai lembaga social dan sarana dakwah bagi masyarakat, dapat memberikan semangat dan kesadaran yang tinggi dalam menjalankan perintah agama.

4. Santri dan Aktifitasnya

Gambaran aktifitas para santri di Pondok Pesantren sangatlah padat dan menarik yaitu dengan system peng-asramaan selama 24 jam dengan kegiatan dimulai dari pukul 03.30 pagi s/d 22.00 tengah malam. Berikut deskripsi kegiatan santri pondok pesantren Al kenaniyah

Responses

  1. ilove alchend….

    md2hn smkin maju iia !!!

    chayo….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: