Oleh: alkenaniyah | Januari 15, 2009

Siswa Belajar Memilah Sampah

anak kecil pun sadar penghijauan...

anak kecil pun sadar penghijauan...

Sungguh sangat memprihatinkan , lingkungan perkotaan tempat kita tinggal kini menghadapi masalah sampah yang tak kunjung selesai, sampah berserakan di sudut-sudut kota menimbulkan bau tak sedap dan menjadi sumber penyakit menular. Baca Lanjutannya…

Oleh: alkenaniyah | Januari 15, 2009

Mari Cuci Tangan Pakai Sabun

salah satu program CGH School yang dilakukan oleh Al Kenaniyah adalah menggalakkan program cuci tangan pakai sabun karena ini merupakan langkah kecil untuk mencegah timbulnya penyakit dan sebagai pemutus mata rantai penyakit ke dalam tubuh kita, oleh karena itu Yayasan Pendidikan Islam Al Kenanniyah bekerja sama dengan ESP (environmental Sosial Program) akan membangun sebuah tempat cuci tangan yang letaknya di luar ruangan sehingga mudah dijangkau oleh siswa dan juga santri, rencananya akan dibuat dua tempat yang satu direncanakan terletak di sekitar gedung putri dan pesantren sehingga siswa dan santri bisa memanfaatkannya sedangkan satu lagi akan di bangun di gedung putra Baca Lanjutannya…

Oleh: alkenaniyah | Januari 15, 2009

AL KENANIYAH GO “CGH SCHOOL”

Pada awal November 2008 Al Kenaniyah melakukan kerja sama dengan ESP (environmental services Program) sebuah program lima tahun yang di danai oleh United State Agency For International Development (USAID), melakukan pelatihan tentang konsep CGH ( Clean Green & Hygiene) program ini berupa pelatihan yang melibatkan seluruh unit sekolah yang ada di bawah Yayasan Pendidikan Islam Al Kenaniyah, peserta terdiri dari 20 orang siswa/siswi dari tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) sampai Madrasah Aliyah (MA) dan 6 orang guru dari masing-masing unit, pelatihan ini dilakukan setiap hari sabtu.

Apa itu CGH? Upaya mewujudkan masyarakat yang bersih, sehat, dan hijau yakni masyarakat yang sadar mencuci tangan pakai sabun secara benar di lima waktu penting, memilah sampah di rumah menjadi sampah organic dan non organic, buang air besar di tempat yang benar, serta menjaga agar sumber air tidak tercemar tinja serta menjaga agar lingkungannya hijau dengan menanam pohon dan bunga.

Menjadikan sekolah sebagai target dalam mensosialisasikan CGH merupakan langkah yang tepat karena siswa merupakan agent of change, merubah perilaku dan sikap hidup bersih harus ditanamkan pada usia dini, dan apabila siswa sudah mengetahui tentang manfaat kebersihan dan dampak apabila membuang sampah sembarangan maka nantinya dia diharapkan akan mengadakan perubahan perilaku bagi keluarganya di rumah.
Aplikasi Konsep Bersih Hijau Sehat oleh Al Kenaniyah
Tidak ketinggalan jaman dengan ide-ide membumi berdasarkan kajian  ilmiah, contohnya:

 Menekankan fungsi pohon sebagai tempat berteduh, membuat lingkungan asri dan rindang. Salah satu praktiknya adalah mengajak siswa berkunjung ke sekolah yang hijau dan daerah yang gersang.

 Konsep pencemaran oleh sampah plastic diawali dengan mengajak siswa menonton film tentang kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh sampah dan metode pengolahan sampah rumah tangga secara sederhana juga sudah mulai diperkenalkan dan diajarkan dalam pembuatan kompos

Kurikulum Bersih Hijau Sehat juga memperkenalkan beberapa cara alternative yang mudah dilaksanakan untuk mengatasi dan mencegah masalah kesehatan dan kebersihan:

 Menjaga kesehatan diri sendiri dengan rajin membersihkan tubuh (mandi, keramas, menyikat gigi secara teratur)

 Mengajari cuci tangan pakai sabun di 5 waktu penting untuk membantu mengurangi angka kejadian kesakitan, terutama diare dan ISPA ( Infeksi Saluran Pernapasan Atas)

 Pengolahan sampah dengan cara sederhana

 Mengonsumsi makan bergizi termasuk cemilan bergizi

Pendekatan yang dilakukan tidak terfokus pada kegiatan kognitif tetapi lebih pada psikomotorik anak, dimana anak diajak untuk bergerak aktif menyelamatkan lingkungan dan menjaga kesehatan.

Oleh: alkenaniyah | Desember 4, 2008

Sejarah Alkenaniyah

Berawal dari kenyataan bahwasanya Pondok Pesantren sebagai sarana sentral dan media dakwah serta salah satu bentuk kebudayaan asali Indonesia, yang telah dikenal delam kisah dan cerita rakyat maupun sastra Indonesia khususnya di pulau Jawa. Lembaga ini banyak sekali sumbangannya bagi kemajuan pendidikan dan ikut mencerdaskan kehidupan anak bangsa, dengan memadukan tiga unsure pendidikan yang amat penting, yaitu ibadah untuk menanamkan iman, tabligh untuk menyebarkan ilmu pengetahuan, dan amal untuk mewujudkan kegiatan kemasyarakatan dalam kehidupan sehari-hari.

Institusi yang terdiri dari unsure-unsur pokok yaitu: Kyai, Santri, asrama dan mesjid sebagai tempat ibadah dan pusat informasi semua kegiatan,” pesantren sebagai subkultur” ini ungkapan yang diberikan Abdurrahman Wahid pada sebuah buku. Baca Lanjutannya…

Oleh: alkenaniyah | Desember 4, 2008

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.